FRI

Kata Rasulullah SAW, "manusia berangkat di pagi hari lalu ia membebaskannya atau membinasakannya."
Dan kali terakhir manusia benar-benar bebas adalah ketika bertelanjangan di rahim. Ketika kita belum lagi memakaikan sesuatu pada nafsaql dan qalb. Ketika segala-segalanya adalah fitrah sebelum perjalanan-perjalanan hidup makin menebal untuk kita saling bertanya, "Dengan apa manusia dapat dibebaskan?". Sebelum masa yang rahsia buat kita sangat uzur untuk membuka walau pun satu butang; untuk menentang duniawi; menentang diri sendiri. Kerana di mahsyar, pakaian-pakaian yang tak sempat dilucutkan akan menjadi kotor; Adalah pakaian yang menyebabkan kita terhina. Akibat diri. Untuk berdozen-dozen tahun lamanya di hadapan Rabb Yang Maha Pengasih. Sehingga seterangnya kita kembali melihat fitrah.
Berharap, sambil menunggu agar diri disucikan.
Dan kali terakhir manusia merasa bebas adalah waktu dia sendirian, dalam keadaan telanjang; Ketika 'pakaian' dunia dalam dirinya ia tanggalkan; Ketika diri, fikiran dan hatinya lenyap; Ketika kehendaknya bukan kehendaknya lagi.

And I said to myself,

"Katakanlah (wahai Muhammad): Mengembaralah kamu di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana akibat buruk (yang menimpa) orang-orang yang mendustakan (Rasul-Rasul) itu." (Al-An'aam 6: 11)
– Banyak yang kabur makin jelas sebelum ke java. Satu fasa hiatus kepada diri sendiri. Bulan-bulan astral, di mana kehausan begitu terasa di alam diri dalam me-ragu dan mengenal.
Tingkap-tingkap dibukakan, lalu haq datang mengajar banyak erti. Untuk rela didudukan sebelum intropeksi buat aku jatuh bersimpuh tak sedarkan diri. Masa-masa menerima, dan berhenti bertanya. Begitulah angin yang berhembus lebih menenangkan dari ombak yang tertiup. Alhamdulillah, nas-nas kemudian menjadi air minuman yang perlahan-lahan dapat direguk. Akhir untuk segala dahaga. Tapi hari itu tiba ketika dunia hilang punca. Dan cuma ayat ini jadi motif ke java; to see things in right way and make it sense.
Sabda Rasulullah saw, "Sesaat bertafakur lebih baik dari setahun beribadah."
Semua orang meng-intropreksi diri. Aku percaya. Sesiapa saja akan merenung dalam kesendiriannya. Menikmati masa-masa bersama diri sendiri. Dalam sepenuhnya sedar dan tidak. Kata seorang pengembara ruhani, 'tak kita temukan ketenangan lewat diskusi, tapi dengan sikap menyendiri.' Namun apa yang mereka temukan, yakini, dan kemana mereka kembali bersandar setelah jauh melakukan pengembaraan itu lah yang menentukan hakikat dirinya sendiri.
Al hasil di java, selain menguruskan kepentingan sehari-hari, hidup juga adalah tentang mengurus apa yang sedang kita percaya.

2017.