Ritma

Diantara benar dan salah, A kemudian memalingkan kepalanya ke belakang. Sama ada cahaya betul-betul bersinar mengikut nuansanya atau sekadar menderang tanpa emosi. Dan ritma, kenapa setiap kali gitar dipetikkan dia terasa seperti berada di musim kemarau yang panjang? Terik di malam hari.

Ada apa dengan ritma?
Benarkah ketenangan sedang bermukim di dalamnya. Atau ia sekadar campuran khayal dan devosi, candu-candu peradaban yang sewenang-wenangnya melumpuhkan sesetengah perkara penting di fikiran? A bergumam.

Tapi Syukur, katanya, bintang tetap terlihat-kan meski kemarau harus tiba.

No comments:

Post a Comment