Rara avis in terris —

Di rak paling atas, franz kafka terdampar tak bermaya bersama metamorfosis-metamorfosis tuanya. Gagal diterjemahkan. Kopi di sebelah kanan, beberapa ingatan, dan suara serak sepasang burung kakak tua memecahkan hening pagi. Metamorfosis jadi tak penting lagi bila seminit kemudian adalah waktu masuk jam kerja. Seperti politik dah tak releven lagi bila semua orang adalah hillary clinton.

Nas-nas bertaburan; sama ada terlalu rindukan hari-hari di jawa tengah, atau kerana nasi goreng di Jogja. Dan jika benar sejarah hanya lah sebuah mesin cetak ulang, banyak yang 'tak patut' perlu dibetulkan; menjadi sesuatu yang patut; arah perjalanan, emosi, meditasi, google maps, persepsi-persepsi buta yang selalu ditentang keras oleh realiti, yang akhirnya semuanya adalah tentang jerami pejalan kaki.

Atau sebuah buku dengan kaver misteri lukisan picasso yang sebenarnya menjadi 'rara-vis-in-trris', selain kaver yang bertuliskan nama leo tolstoy sebesar kotak rokok dan lagu yang tak pernah ter-dengarkan di pagi hari.

/May, 17.

No comments:

Post a Comment